SMP Muhammadiyah 15 Boardiing School Surabaya Deklarasi Tolak Perundungan di Sekolah.

Maraknya Bullying di berbagai sekolah membuat SMP Muhammadiyah 15 Boarding School mengambil sikap tegas dan akan memastikan bahwasanya SMP Muhammadiyah 15 Boarding School atau yang lebih di kenal dengan Spemlibels ini akan memberikan sanksi yang tegas dan bijak terhadap tindakan Bullying sehingga di hari ke -3 MPLS ,SPEMLIBELS melakukan deklarasi anti Bullying.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kaur Kesiswaan yang sekaligus ketua panitia MPLS SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Eva Habiba SPd yang akrab disapa Ibu Eva. Setelah  kegiatan    ke-IPM an dan Motivasi di Hall, ratusan pelajar SMPEMLIBELS berkumpul di lapangan sekolah untuk  mendeklarasikan kampanye antibullying.

Dengan penuh semangat, seluruh Siswa Baru  bersama guru-guru manaburkan tanda tangan nya di baliho besar putih yang telah disediakan dan sambil berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan pembulian, kekerasan dan pelecehan baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Kami warga SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menolak tindakan pembulian kekerasan dan pelecehan baik secara fisik maupun verbal. Kami warga SMP Muhammadiyah 15 Surabaya menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghargai antarsesama.

Ibu Eva,Guru yang di kenal selalu energik ini mengatakan "bahwa sesungguhnya pembulian di sekolah kita jangan sampai terjadi baik secara verbal maupun fisik karena itu sama sekali bukan karakter dari SPEMLIBELS",ujarnya.

Sementara itu Kepala SMP Muhammadiyah 15  Boarding School , Banjar,SS,M.Pd.I  menyampaikan apresiasi atas kegiatan deklarasi antibullying yang digelar. Karena ada tiga faktor paling strategis dalam pendidikan anak, yakni faktor orang tua, pemerintah dan masyarakat.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh siswa agar berhati-hati ketika melakukan sesuatu apalagi bullying kepada sesama siswa. "Yang jelas kami SMP Muhammadiyah 15 Boarding School sangat mendukung antibullying ini. Dan mengajak semua elemen ikut bertanggung jawab dalam melakukan penghapusan kekerasan terhadap siswa," pungkas Banjar.

Komentar