Menguatkan Pilar Pendidikan: Pembinaan Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya

Surabaya – SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menggelar kegiatan pembinaan guru dan karyawan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat komitmen sekolah menuju lembaga pendidikan unggul. Acara ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta kependidikan. Selasa, 16 September 2025 

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustadz Banjar, SS., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru dan karyawan adalah pilar utama keberlangsungan pendidikan. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat dalam bekerja agar setiap langkah menjadi ibadah. “Mengajar bukan sekadar tugas, melainkan amanah mulia. Jika kita niatkan ibadah, maka setiap keringat yang kita keluarkan akan bernilai pahala. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan etos kerja yang tulus, disiplin tanpa harus diawasi, bekerja tanpa menunggu perintah, dan bertanggung jawab tanpa diminta,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran, Ustadz Shohib, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa pembinaan guru dan karyawan menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi yang unggul. “Datang ke sekolah dengan niat ibadah akan menjadikan setiap aktivitas bernilai pahala dan melahirkan etos kerja yang tulus. Sekolah unggul dibangun melalui tujuh pilar utama: analisis swot, visi misi yang jelas, pemberdayaan guru, kurikulum karakter, kolaborasi dengan stakeholder, peningkatan sarana prasarana, dan evaluasi berkala. Dengan niat yang benar dan manajemen terarah, sekolah akan tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul.” ujarnya.

Kegiatan inti pembinaan disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kenjeran, Ustadz Edi Susanto, M.Pd., yang menekankan pentingnya terus belajar untuk menghadapi sebuah perubahan untuk kemajuan sekolah “Membangun komitmen, integritas membangun dan memajukan sekolah, yang perlu di bangun adalah mindset bahwasanya kita tidak sedang berkompetisi dengan sekolah lain, melainkan kita berkompetisi dengan perubahan. Penyadaran dan pengembangan diri, guru harus belajar sepanjang hanyat. Dengan banyak belajar membaca buku, diskusi, pelatihan dan workshop. Yang di bangun adalah growth mindset, kalau tidak mengikuti perubahan maka kita akan tertinggal oleh zaman. ,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta komitmen seluruh guru dan karyawan untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalitas, dan pelayanan pendidikan untuk menghantarkan peserta didik menjadi generasi yang unggul. (Didik Hermawan)

Komentar