Belajar Mendidik Anak dari Imron hingga Punya Keturunan Nabi

thumb

Belajar Mendidik Anak dari Imron hingga Punya Keturunan Nabi

SMP Muhammadiyah 15 Surabaya mengadakan kegiatan Kajian Orang Tua (KOT) dengan mengambil tema “Mendidik Anak Sesuai dengan Tuntunan Rasullullah”. Acara yang berlangsung Sabtu pagi (25/9/202) mulai pukul 08.00 ini dilaksanakan di Hall SMP Muhammadiyah 15 Jalan Platuk 104 Surabaya.

Kepala sekolah Banjar SS MPdI  dalam sambutannya menyampaikan, Kajian Orang Tua ini diharapkan bisa mempererat hubungan silaturahmi antara sekolah dan wali murid serta sesama wali murid. KOT ini akan diagendakan secara rutin supaya kita sebagai orang tua juga bertambah ilmunya sebagai wawasan tambahan yang akan diaplikasikan minimal dalam lingkunga keluarga.

“Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga karena merupakan generasi penerus cita-cita bangsa yang kelak memakmurkan dunia sebagai rahmatan lil’alamin. Untuk itu, sudah semestinya dan suatu keharusan kita sebagai orang tua memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak kita,” paparnya.

Setelah sambutan kepala sekolah, Drs Moh Lutfi  sebagai pembicara dalam Kajian Orang Tua menyampaikan bahwa orang tua yang hebat akan menghasilkan generasi hebat. Itu terbukti oleh Imron yang diabadikan dalam surah Ali-Imron.

Dalam kisahnya Imron adalah manusia biasa. Seorang laki-laki yang ingin mempunyai anak, berdoalah Imron kepada Allah: “Ya Allah, berilah hamba keturunan anak laki-laki dan saya bernazar supaya anak keturunan hamba menjadi orang saleh yang memperjuangkan agama-Mu.

Lalu, doa Imron dikabulkan oleh Allah SWT dan lahirlah seorang  anak perempuan dari rahim istrinya Hana yang diberi nama Maryam.

“Meskipun anak yang lahir adalah seorang anak perempuan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Imron, ia tak lantas mengeluh dan putus harapannya kepada Allah. Ia tetap melaksanakan nazarnya, yaitu menjadikan sebagai pembela agama Islam. Untuk memenuhi nya Imron berusaha mencarikan guru/ulama yang mampu mengasuh Maryam dan menjadikan apa yang telah diharapkan,” terangnya.

Hingga akhirnya, ketemulah dengan seorang nabi, yaitu Zakaria, dan diasuhlah Maryam oleh Nabi Zakaria. Singkat cerita, atas kehendak Allah Maryam melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Nabi Isa.

“Dalam kisah ini kita banyak belajar bagaimana kita sebagai orang tua yang menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh dan salehah. Imron dan istrinya bukanlah seorang nabi, tetapi atas ketauhidannya pada Allah mereka diberikan anak yang salehah dan mendapatkan keturuan seorang nabi,” paparnya.

Moh Lutfi menjelaskan, Imron mengajarkan kita bagaimana cara mendidik anak dengan tiga hal. Pertamam, mengenalkan tauhid pada Maryam. Yaitu, mengenalkan Allah aza wajalla.  Imron mengajarkan kita membangun lingkungan keluarga yang islami karena madarasah sesungguhnya adalah rumah kita sendiri.

Kedua, Imron mengajarkan pada kita untuk mencari pendidikan yang terbaik buat Maryam, yaitu dengan menitipkan kepada Nabi Zakaria supaya Maryam lebih mengenal Tuhannya, yaitu Allah SWT.

“Ketiga yang dapat kita petik dari cerita Ali Imron adalah bagaimana dia tidak berputus asa dalam setiap doa agar Allah menjadikan anak keturuannya menjadi anak yang saleh dan salehah sehingga dapat memperjuangan agama Allah. Allah jadikan Maryam seorang yang mulia dan dari Maryam Imron diberi seorang cucu yang menjadi nabi, yaitu Nabi Isa,” jelasnya. (Eko Setiawan/AS)

Bagikan Berita Ini :

0 Komentar

Tambahkan Komentar