Sejarah Berdirinya Sekolah

thumb

SEJARAH BERDIRINYA SEKOLAH SMPM 15

Pada awalnya Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan hanya mengelolah dua lembaga pendidikan, yaitu TK ’Aisyiyah Bustanul Athfal 05 (berdiri tahun 1972), dan MI Muhammadiyah 25 (berdiri tahun 1978). Sebelum dapat membangun gedung di jalan Platuk 131, pembelajaran TK ’Aisyiyah Bustanul Athfal 05 menempati rumah tua di jalan Platuk 104. Sementara itu tempat belajar MI Muhammadiyah 25 dipusatkan di masjid Al-Amin yang terletak di jalan Platuk gg. Langgar no. 15.

Rumah tua di jalan Platuk 104, tanah di masjid Al-Amin dan di jalan Platuk 131 yang hingga sekarang digunakan sebagai tempat belajar TK ’Aisyiyah Bustanul Athfal 05 adalah merupakan tanah wakaf dari ibu Hj. Patimah (almarhum).

Pada tahun  1980  Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan mendapat tanah wakaf dari keluarga   H. Abdurrohim  di Jl. Sidotopo Wetan I Dalam Nomor 18. Dengan semangat persatuan, persaudaraan dan dilandasi keikhlasan, warga Muhammadiyah Sidotopo Wetan digerakkan untuk membangun gedung sekolah di tanah wakaf tersebut. Setelah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan  berhasil membangun tiga lokal, maka tempat pembelajaran MI Muhammadiyah 25 dipindah di gedung baru tersebut. Pada saat itu yang menjadi kepala sekolah adalah Moh. Syafi’i, BA.

Mengingat di wilayah Sidotopo Wetan belum ada SMP Muhammadiyah dan atas desakan serta usulan dari wali murid MI Muhammadiyah 25 maka usulan tersebut direspon oleh  Moh. Syafi’i selaku kepala MI kemudian mengajak M. Rofiq Maukar, Tulus Sanyoto, dan tokoh Muhammadiyah lainnya mengajukan usul kepada Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan untuk mendirikan SMP Muhammadiyah.

Hasil rapat yang dipimpin oleh ketua Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan (Zakaria Lubis) di mushollah al-Masyitoh, jalan Platuk Donomulyo VI memutuskan bahwa SMP Muhammadiyah dapat didirikan dan menunjuk M. Rofiq Maukar sebagai kepala sekolah dan Tulus Sanyoto sebagai wakil kepala.

Pada tahun 1983  SMP Muhammadiyah 15 mendapat ijin berdiri dari Majelis Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan secara resmi, pada tahun 1984 SMP Muhammadiyah 15 mulai beroperasional. Karena menempati gedung yang sama, maka waktu belajar MI Muhammadiyah 25 dilaksanakan pagi hari sedangkan siang harinya dipergunakan oleh SMP Muhammadiyah 15.

Nama-nama tokoh Muhammadiyah Sidotopo Wetan yang berperan dalam proses pendirian SMP Muhammadiyah 15 yang dapat dihimpun oleh penulis diantaranya adalah Zakaria Lubis, Suharto, Fuad Faqih, M. Tolhah, Tulus Sanyoto, Soemantikto, Hasan Basri, Ramin, Affandi.

Pada awal berdirinya, siswa yang mendaftar tidak kurang dari 40 anak yang diasuh oleh 14 guru, yaitu: M.Rofiq Maukar, Tulus Sanyoto, Moh.Syafi’i, Sarpan, Sukoco, Hasan Madjuri, Zaenal, A.Fandir Ismail, Suwito Hadi, Rohilah, Sumarmi, Supartutik, Moedjiono, dan Rofiqin.

Sumber dana untuk operasional sekolah diperoleh dari SPP sebesar Rp. 1.500 (seribu lima ratus rupiah) setiap bulan per-siswa. Untuk menutupi kekurangan biaya operasional sekolah  maka setiap bulan Suharto,  Tulus Sanyoto, dan dibantu Fuad Faqih keliling menghimpun dana dari para donatur dan infaq dari jamaah pengajian atau arisan rutin  masjid al-Amin.

Mengingat Muhammadiyah Cabang Kenjeran belum berdiri (bergabung dengan Muhammadiyah Cabang Sukolilo), maka penyelenggara pendidikan diserahkan kepada koordinator pendidikan TK ABA, MIM 25, dan SMPM 15 Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan. Penyelenggara SMP Muhammadiyah 15 baru ditangani oleh Bagian Dikdasmen sesaat setelah Muhammadiyah Cabang Kenjeran berdiri.

Ketika Ranting Muhammadiyah Sidotopo Wetan diketuai oleh dr.H.Agus Moh. Al-Ghozi (sekitar tahun 1990), dengan memanfaatkan tanah wakaf di Platuk 104 maka beliau (dr. Agus) atas biaya pribadi membangun tiga lokal yang diperuntukkan untuk pembelajaran SMP Muhammadiyah 15. Karena guru dan karyawan SMPM 15 masih enggan untuk pindah ke Platuk 104, maka untuk sementara lokal tersebut dimanfaatkan oleh MI Muhammadiyah 25, khususnya kelas V dan VI.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan mutu pelayanan serta atas dukungan PCM Kenjeran, maka pada tahun pelajaran 2003/2004, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran yang dipimpin oleh Rofiq Munawi, Muhamad Jemadi, dan H.Tulus Sanyoto memutuskan perubahan jam pembelajaran bagi SMP Muhammadiyah 15, dari masuk siang ke masuk pagi. Karena masuk pagi, maka SMP Muhammadiyah 15 pindah di Jl. Platuk No. 104.

Setelah masuk pagi, SMP Muhammadiyah 15 mengalami perkembangan, hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang mendaftar. Sejak masuk pagi, siswa yang mendaftar mencapai dua kelas ( 2 rombel ). Hingga tahun pelajaran 2008-2009 ini, jumlah siswa sebanyak 258 yang  yang terdiri dari kelas VII – IX, masing-masing 2 rombongan belajar.

Bagikan Berita Ini :