Sambut Tamu Dari Amerika Bersama UAC (Ustad Adi Cahyono) Asik Mengajar Bahasa Inggris

Rabu (28/2/2024), SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya (Surabaya) kedatangan guru tamu yaitu seseorang berkebangsaan Amerika. Pada kunjungannya di Indonesia, Mr G  berkegiatan sebagai pengajar native speaker di sekolah SMP Muhammadiyah 15 Boarding School yang selama 1 minggu akan membersamai anak-anak spemlibels. Hal ini disampaikan oleh May Yanti ,selaku manager.

Kehadiran Mr.G diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris ketika mereka benar-benar bisa bertemu, berhadapan langsung, serta berkomunikasi dengan native speaker,” ujar may yanti

“Harapannya, ke depannya dengan kunjungan ini para siswa SMP Muhammadiyah 15 semakin rajin dan semakin semangat belajar Bahasa Inggris,” tuturnya.

May Yanti menjelaskan bahwa pada kesempatan ini, Mr. G menyampaikan kepada siswa bagaimana cara Menyusun kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik terlihat dari tingginya antusias siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Meskipun terkendala keterbatasan bahasa komunikasi, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk tetap aktif dalam pembelajaran. Proses yang dihasilkan juga secara instan terlihat, dimana awalnya para siswa terlihat malu-malu dan takut berbahasa Inggris untuk berinteraksi dengan Mr. G, namun seiring berjalannya waktu interaksi terjalin jauh lebih aktif.

May Yanti juga menuturkan bahwa pada kesempatan ini, Mr. G akan didampingi oleh tim guru SMP Muhammadiyah 15 yaitu Ustad Adi Cahyono atau yang lebih dikenal dengan UAC,"Pungkasnya".

Ditambahkan oleh UAC disela sela kesempatan mendampingi Mr G"kami akan mencoba memberikan berbagi ilmu kepada siswa bagaimana cara Menyusun kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik terlihat dari tingginya antusias siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Meskipun terkendala keterbatasan bahasa komunikasi, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk tetap aktif dalam pembelajaran. Proses yang dihasilkan juga secara instan terlihat, dimana awalnya para siswa terlihat malu-malu dan takut berbahasa Inggris untuk berinteraksi dengan Mr. G, namun seiring berjalannya waktu interaksi terjalin jauh lebih aktif".Ujarnya.

Komentar